J.A.T. template series was designed 2006 by 4bp.de: www.4bp.de, www.oltrogge.ws
Nenek Moyangku Seorang Pelaut PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 04 August 2008
 Saya jadi teringat sewaktu kecil dulu saya sering menyanyikan lagu Nenek Moyangku (se)Orang Pelaut entah itu karena semacam ‘cuci otak’ oleh rezim waktu itu atau emang lagi hits, entahlah. (Jangan-jangan lagu itu milik Malaysia yang sengaja diciptakan oleh Saridjah Niung Bintang Soedibio atau lebih dikenal dengan ibu Sud atas permintaan pemerintah Malaysia…walah!). Ini syairnya sekedar mengingatkan aja:

nenek moyangku orang pelaut
gemar mangarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b’rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai

Tidaklah salah memang lagu tersebut tercipta, mungkin karena faktanya Indonesia merupakan negara kepulauan, dimana duapertiga wilayahnya merupakan perairan (laut). Dan cerita-cerita sejarah sering menyisipkan betapa gagah beraninya bangsa Indonesia melalui kerajaan A atau B sudah sampai ke negara Ini negara Itu negara Anu dengan naik kapal laut. Menariknya, kenapa kita tidak menjajah negara itu ya malah orang eropa yang jauh-jauh datang. Mungkin karena bangsa Indonesia dari dulu di dunia Internasional terkenal Cinta Damai (dongeng ibu guru). Celakanya si muka pucat eropa itu sudah datang menjajah pula dan yang lebih celaka lagi menurut saya malah sesama ‘bangsa Indonesia’ saling menjajah.

Mungkin ada cerita lain bahwa ‘bangsa Indonesia’ ini pertama kali ada ketika entah siapa (manusia dari dataran tinggi Yunan) naik kapal nyasar ke Indonesia dan meng-klaim dia menemukan negara baru, karena itu disebutlah nenek moyang orang Indonesia adalah pelaut (karena naik kapal bukan jalan kaki). Tak tahulah tapi kalimat ini tidak pernah ada dalam cerita sejarah dimanapun, hanya kayalan saya waktu kecil. Lebih pastinya bisa dicari hasil wawancara dengan ibu Sud (jika ada). Dugaan saya lagu itu tercipta karena terinspirasi sang ayah yang berasal dari Bugis yang terkenal sebagai saudagar juga pelaut. Semoga dugaan saya salah.

Tulisan ini merupakan sepenggal tulisan saya di sebuah situs mengenai maritim yang akan dibuat. Menarik memang jika kita renungkan. Negara yang duapertiga wilayahnya adalah perairan (laut) tetapi tidak punya informasi mengenai maritim (kelautan) yang lengkap. Bukan juga karena teknologi informasi belum menjamah negara ini, bukan juga pelaku bisnisnya tidak ada tapi saya menduga belum ada yang memulainya saja. Bisnis informasi (web) memang belum bagus disini. Jadi saya berharap ‘kami’ bisa memulainya. So…mari kita ujudkan bersama supaya lagu bu Sud tetap hidup di era informasi ini.

Salam hangat….
Terakhir Diperbaharui ( Monday, 04 August 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Berita

Indonesia Negara Kepulauan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (disingkat NKRI atau Indonesia atau Republik Indonesia atau RI) ialah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara, melintang di khatulistiwa antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Penulis menyarankan anda baca kutipan sejarah berikut ini:
Baca lebih lanjut...
 
Pelaut Indonesia
 Pelaut adalah seseorang yang pekerjaannya berlayar di laut.[1] Atau dapat pula berarti seseorang yang mengemudikan kapal atau membantu dalam operasi, perawatan atau pelayanan dari sebuah kapal. Hal ini mencakup seluruh orang yang bekerja di atas kapal. Selain itu sering pula disebut dengan Anak Buah Kapal atau ABK.
Baca lebih lanjut...
 
Nenek Moyangku Seorang Pelaut
 Saya jadi teringat sewaktu kecil dulu saya sering menyanyikan lagu Nenek Moyangku (se)Orang Pelaut entah itu karena semacam ‘cuci otak’ oleh rezim waktu itu atau emang lagi hits, entahlah. (Jangan-jangan lagu itu milik Malaysia yang sengaja diciptakan oleh Saridjah Niung Bintang Soedibio atau lebih dikenal dengan ibu Sud atas permintaan pemerintah Malaysia…walah!). Ini syairnya sekedar mengingatkan aja:
Baca lebih lanjut...
 
Perahu Pinisi
 Perbedaan yang paling fundamental dari pembuatan perahu pinisi dengan technologi pembuatan kapal barat adalah, kalau orang barat buat perahu dari rangkanya dulu baru dindingnya, tapi pembuatan pinisi tradisionil dimulai dengan dinding dulu baru setelah itu rangkanya. Segala tehnik dan peraturan pembuatan perahu jaman dulu pernah dibukukan yang dinamakan "Jaya Langkara" menurut para tetua di Ara , buku itu pernah dipinjam orang Belanda, hingga kini belum dikembalikan.
Baca lebih lanjut...
 

Poling

Apakah Pelaut Indonesia Menjaga Lautnya Sudah Maksimal
 

Member Online

tidak ada yang online
J.A.T. template series was designed 2006 by 4bp.de: www.4bp.de, www.oltrogge.ws