J.A.T. template series was designed 2006 by 4bp.de: www.4bp.de, www.oltrogge.ws
Shortage Seafarer in My Opinion PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Ananta Gultom   
Wednesday, 19 November 2008

OpinionKetika mengikuti seminar tahunan di perusahaan tempat saya bekerja muncul isyu tentang “Shortage Seafarer” tapi itu hanya isyu dan belum ada penjelasan lebih lanjut atau bagaimana strategi perusahaan menghadapi masalah tersebut. 

Saya berfikir dan bertanya kepada diri sendiri bagian manakah diri saya? dan kemudian dikala merenung saya tersadar akan pilihan hidup saya dan bagaimana saya merencanakan hidup di masa depan. Memang saat ini saya masih bagian dari “Seafarer” meskipun rencana masa depan dan jika segalanya memungkinkan maka sayapun akan menjadi bagian dari “Shortage”Who’s know?

Dan tahukah perusahaan kapan kita akan berhenti, Who’s know?  

Apakah itu dan kemanakah mereka? ada banyak kemungkinan. 

Terbukanya peluang kerja , ini dimungkinkan karena: 

1. Shipping business semakin bertambah dan akan terus berkembang karena tidak ada business transportasi yang lebih value able dari pada transportasi laut dan itu menyebabkan peluang kerja di darat dan di kapal semakin bertambah dan membutuhkan lebih banyak pekerja. 

2. Pekerjaan di laut sebagai “Seafarer”tidak pernah menjadi pekerjaan favorit atau menjadi pilihan kerja untuk seumur hidup bagi setiap pelaut karena seatimenya terlalu lama. 
Mari kita bicarakan masalah yang kedua dan mudah2an bermanfaat bagi setiap orang yang berkaitan dengan bisnis tersebut. 

Kenapa “Seafarer” tidak pernah menjadi pekerjaan favorit atau menjadi pilihan kerja untuk seumur hidup bagi setiap pelaut? 

Menurut saya pribadi hal itu terjadi karena: 

Jika kita bicara pada hati kecil secara jujur maka pekerjaan “Seafarer”bukanlah kehidupan ideal yang di idamkan oleh semua orang tapi hal itu hanya pilihan hidup yang suatu saat akan berahir.

 

Jika kesempatan yang lain sudah mendukung, karena sebagai manusia membutuhkan network, relationship.

 

Dan sebaliknya setiap pelaut terbatas pada kedua hal tersebut meskipun banyak biaya yang sudah dikeluarkan untuk menjaga network dan mengembangkan jaringannya tapi tidak lebih baik dari pada propesi kerja yang lain karena mempunyai akses tidak terbatas dan bahkan tidak memerlukan biaya tambahan untuk menemukan networknya, meskipun saat ini dengan teknologi hal tersebut bisa teratasi tapi itu hanya sebagian dan sebagai manusia relationship yang kuat adalah membutuhkan pertemuan F2F dan jika tidak maka semuanya akan terasa bias/hambar karena kepercayaan sulit untuk diwujudkan (Tak kenal maka tak sayang).

 

Tetapi hal itu bisa teratasi jika saja seatime di atas kapal tidak melebihi waktu 4 bulan untuk “senior officer” dan yang paling ideal adalah 2 bulan di atas kapal dengan full allowance on leave maka setiap pelaut mampu mempertahankan propesinya sampai generasi berikutnya siap untuk menggantikan, (perkecualian untuk perusahaan yang sudah menjalankan program tersebut). 

Kenapa “senior officer”? karena ini adalah key person’s dan key point dan dalam jangka waktu 5 tahun kedepan jika tidak dicermati dengan seksama maka akan kehilangan pelaut senior officer next generation di atas 45 tahun dan pada saat mendatang akan semakin kekurangan pelaut Kenapa ? 

Mari kita bicara fakta, ada pilihan2 ketika seseorang memutuskan untuk berhenti sebagai pelaut: 

1. Seseorang akan mengahiri karirnya jika sudah mencapai top management/top rank dalam bidangnya karena tidak ada lagi target yang akan dikejar.  

2. Sesuatu yang tidak bisa dihindari bahwa pelaut senior officer pada saat ini masih dibawah 40 Thn atau rata2 umur 35 Thn karena generasi diatasnya sudah memutuskan untuk berhenti dan kebutuhan akan pelaut makin bertambah, mari kita bicara peluang pada umur tersebut seseorang yang sudah mencapai posisi senior officer pada umur 35 thn maka perhitungan kasar dengan penghasilan yang di dapat maka 5 - 10thn kemudian pelaut tersebut sudah mempunyai/memenuhi kebutuhan primernya dan bahkan sudah mempunyai modal untuk investasi, dan ahirnya pilihan profesi kerja yang lain menjadi lebih mudah dan menarik karena beban keuangan tidak lagi mengandalkan kepada pekerjaan yang akan di cari. 

3. Pada umur 40-an umur yang cukup produktif untuk mencari pekerjaan yang baru dan untuk pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya maka pengalaman tersebut adalah cukup matang baik mencari pekerjaan lain atau mempunyai bisnis pribadi.  

Dampak buruk. 

1. Seseorang akan mengahiri karirnya jika sudah mencapai top management/top rank dalam bidangnya karena tidak ada lagi target yang akan dikejar hanyalah menunggu dan menikmati penghasilan sampai keadaan memutuskan untuk alih propesi dan untuk spirit tidak perlu ditanyakan karena yang di jalankan hanyalah memenuhi kewajiban dan tanggung jawab, hal lain yang bisa menjadi spirit mengembangkan keucakapanya diatas kapal jika orang tersebut mempunyai target untuk dipekerjakan di perusahaanya dikantor tetapi kesempatan tersebut sangat terbatas dan pilihan kerja di darat pada perusahaan lain hal2 yang special tidak begitu diperlukan karena tidak ada raport pelaut dan susah untuk dibuktikan kepada pihak ketiga tentang kelebihan tersebut hanya pengalaman berlayar yang menjadi patokan. 

2. Setiap perusahaan yang membutuhkan pekerja untuk dipekerjakan di kantornya pada dasarnya menginginkan pengalaman kerja yang sama dan hal itu menjadikan pelaut lebih cepat berhenti berlayar untuk mencari pengalaman. 

3. Bayangkan jika setiap pelaut setelah menginjak umur 40 thn keatas memutuskan untuk berhenti berlayar maka cukupkah generasi berikutnya untuk menggantikannya. 

Buat teman-teman pelaut tulisan ini cuma sharing dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua dan jika ingin merespon maka berikanlah jawaban yang paling jujur sehingga menjadi nilai yang positif. 

 Wrote by Azis, 

Email: zais70[at]yahoo.com

Terakhir Diperbaharui ( Wednesday, 19 November 2008 )
 
Berikutnya >

Berita

Indonesia Negara Kepulauan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (disingkat NKRI atau Indonesia atau Republik Indonesia atau RI) ialah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara, melintang di khatulistiwa antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Penulis menyarankan anda baca kutipan sejarah berikut ini:
Baca lebih lanjut...
 
Pelaut Indonesia
 Pelaut adalah seseorang yang pekerjaannya berlayar di laut.[1] Atau dapat pula berarti seseorang yang mengemudikan kapal atau membantu dalam operasi, perawatan atau pelayanan dari sebuah kapal. Hal ini mencakup seluruh orang yang bekerja di atas kapal. Selain itu sering pula disebut dengan Anak Buah Kapal atau ABK.
Baca lebih lanjut...
 
Nenek Moyangku Seorang Pelaut
 Saya jadi teringat sewaktu kecil dulu saya sering menyanyikan lagu Nenek Moyangku (se)Orang Pelaut entah itu karena semacam ‘cuci otak’ oleh rezim waktu itu atau emang lagi hits, entahlah. (Jangan-jangan lagu itu milik Malaysia yang sengaja diciptakan oleh Saridjah Niung Bintang Soedibio atau lebih dikenal dengan ibu Sud atas permintaan pemerintah Malaysia…walah!). Ini syairnya sekedar mengingatkan aja:
Baca lebih lanjut...
 
Perahu Pinisi
 Perbedaan yang paling fundamental dari pembuatan perahu pinisi dengan technologi pembuatan kapal barat adalah, kalau orang barat buat perahu dari rangkanya dulu baru dindingnya, tapi pembuatan pinisi tradisionil dimulai dengan dinding dulu baru setelah itu rangkanya. Segala tehnik dan peraturan pembuatan perahu jaman dulu pernah dibukukan yang dinamakan "Jaya Langkara" menurut para tetua di Ara , buku itu pernah dipinjam orang Belanda, hingga kini belum dikembalikan.
Baca lebih lanjut...
 

Member Online

tidak ada yang online
J.A.T. template series was designed 2006 by 4bp.de: www.4bp.de, www.oltrogge.ws